Mengenal Prosedur Digital Subtraction Angiography (DSA) bareng  dr. KMA Halim Habibi, Sp.BS-FIS
Dipublikasikan: 27 October 2026
169 dilihat
Kategori: Saraf

Pembuluh darah berperan penting dalam mengalirkan darah yang membawa oksigen dan nutrisi ke seluruh tubuh. Gangguan pada pembuluh darah, seperti penyempitan, sumbatan, atau pelebaran abnormal, dapat menimbulkan masalah kesehatan serius. Untuk mendeteksi gangguan tersebut secara akurat, salah satu teknologi radiologi yang paling efektif adalah Digital Subtraction Angiography (DSA).

dr. KMA Halim Habibi, Sp.BS-FIS menjelaskan terkait prosedur pemeriksaan dengan teknologi digital ini. “DSA merupakan suatu pemeriksaan penunjang yang bersifat invasif menggunakan bantuan sinar-X dan zat kontras (iodine) untuk melihat struktur pembuluh darah secara real time. Iodine nantinya akan disuntikkan ke pembuluh darah pasien, lalu komputer akan memproses gambar tersebut dengan teknik “subtraction” untuk menghapus bayangan jaringan selain pembuluh darah. Hasil gambarannya akan memperlihatkan struktur pembuluh darah secara jelas dan detail. Lalu mengapa disebut invasif? Karena prosedur ini menggunakan jarum yang disuntikkan ke dalam pembuluh darah selangkangan (femoral) atau pergelangan tangan (radial) sebagai akses untuk menghantarkan catheter (selang) masuk ke dalam pembuluh darah. Pembuluh darahnya itu bisa di leher, otak, atau spinal”, ujarnya.

Mengapa DSA Penting?

Dibandingkan angiografi konvensional, DSA penting karena memberikan gambaran pembuluh darah yang detail, akurat, dan bisa digunakan sekaligus untuk diagnostik serta intervensi. Dengan keunggulan ini akan memudahkan dokter untuk:

  • Menemukan kelainan yang sering kali tidak terlihat pada pemeriksaan radiologi biasa.
  • Mengambil tindakan lebih cepat sehingga risiko komplikasi lebih kecil dengan deteksi dini.
  • Selain sebagai alat diagnostik, DSA juga sering digunakan sebagai panduan prosedur intervensi minimal invasif, seperti pemasangan stent, embolisasi (menutup pembuluh darah yang bermasalah, dan angioplasti (melebarkan pembuluh darah yang menyempit).
  • Untuk kasus stroke, aneurisma otak, atau AVM, DSA sering dianggap sebagai gold standard karena akurasinya sangat tinggi dibanding CT angiografi atau MR angiografi.
  • DSA memberi peta pembuluh darah yang lengkap sehingga tim medis dapat merencanakan operasi atau tindakan medis dengan lebih aman dan terarah.
  • Tidak hanya untuk otak, tapi juga untuk jantung, leher, perut, ginjal, tangan, dan kaki. Artinya satu metode ini bisa diaplikasikan pada banyak organ penting.
  • Setelah dilakukan tindakan medis (misalnya pemasangan stent atau operasi pembuluh darah), DSA dapat digunakan kembali untuk menilai apakah terapi sudah berhasil atau masih ada masalah.

Siapa Saja Pasien yang Memerlukan Tindakan DSA?

Menurut dr. Halim Habibi, “semua pasien baik anak hingga dewasa yang memiliki kecurigaan penyakit yang didapat dari anamnesis dan pemeriksaan fisik ke arah gangguan pembuluh darah, memerlukan tindakan DSA.” Kecurigaan penyakit dapat berupa:

  • Malformasi arteri-vena (AVM), kelainan bawaan pada sistem pembuluh darah, di mana arteri dan vena terhubung secara langsung tanpa melalui kapiler.
  • Aneurisma otak, pelebaran atau penonjolan abnormal pada dinding pembuluh darah di otak.
  • Stroke Ischemic, jenis stroke yang terjadi ketika aliran darah ke bagian tertentu di otak terhenti atau berkurang secara signifikan akibat sumbatan pembuluh darah.
  • Carotid Cavernous Fistula, kondisi ketika terjadi hubungan abnormal (fistula) antara artery carotid interna (pembuluh darah besar di leher/otak) dengan sinus cavernous (saluran vena besar yang berada di dasar tengkorak, di belakang mata).
  • Embolisasi tumor (skull bone), prosedur medis minimal invasif yang bertujuan menghentikan atau mengurangi aliran darah ke tumor sebelum dilakukan operasi pengangkatan.

DSA bukan pengobatan melainkan sekedar pemeriksaan penunjang. Namun dapat digunakan sebagai akses untuk tindakan intervensi berupa:

  1. Embloisasi: coiling seperti aneurisma, partikel seperti tumor otak, glue, flow diverter, liquid seperti Onyx.
  2. Thrombectomy seperti Stroke Ischemia.
  3. Carolid Arteri Streting.
  4. Intracranial Stent.

Seberapa Aman Prosedur DSA?

dr. Halim Habibi menjelaskan bahwa “Secara literature, risiko dan komplikasi terjadi diangka 5%. Risiko dan komplikasi bergantung dari:

  • Usia pasien, > 70 tahun.
  • Penyakit penyerta, seperti penyakit ginjal kronis atau jantung berat.
  • Patologi pembuluh darah pasien tersebut (AVM, aneungoma)
  • Durasi tindakan, apakah > 60 – 90 menit dan ada pemeriksaan cath?
  • Alergi zat condiast = 17 – 35%
  • Hematom sekitar penusukan > 10.7%
  • Pseudo Aneurysm 0.5%
  • Ischemic
  • Haemophile

Meskipun secara persentase risiko dan komplikasinya kecil namun, persentase kemungkinan penyakit kambuh berada diangka 6 - 33%,” jelasnya.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa meskipun risiko komplikasi DSA tergolong rendah, pemantauan dan tindak lanjut pascatindakan tetap penting dilakukan agar pasien memperoleh hasil terbaik. Di RS Islam Jakarta, prosedur Digital Subtraction Angiography (DSA) dilakukan dengan standar medis yang ketat, ditunjang teknologi modern serta tenaga medis profesional termasuk dr. KMA Halim Habibi, Sp.BS-FIS. Dengan dukungan fasilitas lengkap dan tim berpengalaman, pasien dapat merasa lebih aman dan nyaman saat menjalani DSA, sekaligus mendapatkan hasil diagnosis yang akurat untuk kesehatan pembuluh darahnya.

Pemeriksaan dan Tindakan DSA di RSIJ Cempaka Putih

Kelainan pada pembuluh darah membutuhkan pemeriksaan yang tepat untuk mengetahui kondisi dan menentukan penanganan yang sesuai. Digital Subtraction Angiography (DSA) merupakan prosedur pencitraan untuk menghasilkan gambaran pembuluh darah secara lebih detail.

Di RSIJ Cempaka Putih, pemeriksaan dan tindakan DSA dapat menjadi bagian dari penanganan pasien dengan kondisi tertentu yang membutuhkan evaluasi pembuluh darah secara lebih mendalam. Selain untuk membantu menemukan kelainan pada pembuluh darah, DSA juga dapat digunakan untuk mendukung tindakan intervensi sesuai indikasi dan kondisi pasien. Layanan pemeriksaan dan tindakan DSA ini dikerjakan oleh dr. KMA Halim Habibi, Sp.BS-FIS, dengan penanganan yang disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing pasien.

Jika memiliki keluhan atau kondisi yang berkaitan dengan pembuluh darah dan dokter merekomendasikan pemeriksaan lebih lanjut, jangan tunda untuk melakukan pemeriksaan. Periksa lebih awal, kenali kondisi pembuluh darah, dan dapatkan penanganan yang tepat di RSIJ Cempaka Putih.

FAQ Terkait Digital Subtraction Angiography (DSA)

1. Apa perbedaan DSA dengan CT-Scan atau MRI?

DSA secara khusus menampilkan struktur pembuluh darah dengan menggunakan sinar-X dan zat kontras. CT angiografi dan MR angiografi juga dapat menggambarkan pembuluh darah, tetapi menggunakan teknologi yang berbeda. Pemilihan pemeriksaan bergantung pada kondisi pasien dan tujuan pemeriksaan.

2. Berapa lama prosedur DSA berlangsung?

Durasi DSA dapat berbeda tergantung pembuluh darah yang diperiksa dan apakah terdapat tindakan intervensi yang dilakukan. Setelah prosedur selesai, pasien juga mungkin perlu menjalani observasi selama beberapa waktu.

3. Apakah pasien perlu puasa sebelum DSA?

Persiapan sebelum DSA dapat berbeda sesuai kondisi pasien dan jenis tindakan yang dilakukan. Dokter atau tim medis akan memberikan instruksi mengenai puasa, obat-obatan yang perlu dikonsumsi atau dihentikan, serta pemeriksaan penunjang yang diperlukan sebelum prosedur.

4. Apakah DSA memiliki risiko?

Seperti prosedur medis lainnya, DSA memiliki risiko. Beberapa di antaranya adalah perdarahan atau memar pada lokasi masuknya kateter, infeksi, reaksi terhadap zat kontras, serta gangguan pada pembuluh darah. Risiko yang lebih serius dapat terjadi tetapi relatif jarang. Dokter akan menilai kondisi pasien sebelum menentukan apakah DSA diperlukan.

5. Dari mana kateter DSA dimasukkan?

Kateter dapat dimasukkan melalui pembuluh darah di area selangkangan atau pergelangan tangan, tergantung jenis tindakan dan kondisi pasien.

Disclaimer

Artikel ini bersifat edukasi dan tidak menggantikan efektifitas pemeriksaan yang dilakukan secara langsung ke dokter. Sebaiknya segera lakukan pemeriksaan ke dokter melalui fasilitas kesehatan terdekat.

Assalamu'alaikum👋

Ada yang bisa kami bantu?

✕
Pengaduan & layanan Pelanggan Admin Online
Medical Check Up Informasi MCU Online
Pribadi, Asuransi Dan Perusahaan Pendaftaran Rawat Jalan Online
BPJS Pendaftaran Rawat Jalan Online
Chat WhatsApp